Wednesday, 26 December 2018

Tantangan 1 Rumah Belajar Literasi



Tantangan Rumbel Literasi Desember

     Dada saya berdesir saat menerima tantangan Desember, ah.. Mesti di blog? Apa saya abaikan saja ya.. Ummm.. Apa gunanya masuk rumah belajar, tapi malas praktek belajar. Ingat Ci, tujuan ikut Rumbel literasi apa? Bukan nya mau memperbaiki kualitas tulisan? Nah.. Musti latihan, praktek.. Keluar dari zona nyaman buang rasa malas mu! Hehe.. Alhamdulillah saya mengikuti bisikan baik ini.
Tantangan bulan ini adalah membaca 1 buku lalu jabarkan ide apa yang tercetus saat atau setelah membaca buku itu.
     Semenjak hidup nomaden, saya sudah jarang membeli buku, kadang buku anak dengan muatan agama dan buku saat anak belajar baca dalam bahasa indonesia. selebihnya biasanya kami hanya meminjam buku di library saja. Tahun lalu saya mendapat buku Seri Ibu Profesional #3 "Bunda produktif" Cacatan ikhtiar menjemput rezki. buku ini di hadiahkan oleh Enes ananda bunda Septi, founder Ibu Profesional, saat berkunjung ke Finlandia . Ini jadi buku pilihan saya.

Dari cover buku ini, ada tulisan Dream, Support, Passion, Pray, Action dan Share. sepertinya kata kata ini sudah mewakili isi buku ini.

Dream : Berawal dari mimpi. selama ini bila ada cita cita/keinginan yang saya impikan, saya hanya membayangkan saja tanpa menulisnya di buku, karna memang semenjak mempunyai anak, saya menjadi sok sibuk, tak sempat nulis (baca : malas nulis 😕).
kesimpulan yang saya ambil dari buku ini adalah :
1. Tulis mimpimu
ini ada disebut pada tulisan yang berjudul "Antara Tenda dan Saung Canda" , oleh Linda Merina , IIP jepang.
Penulis punya mimpi mempunyai warung sederhana . lalu saya mengingat kembali, saya dulu adalah wanita pemimpi. saya bermimpi punya klinik pribadi dekat dengan rumah sehingga bisa sambil membersamai anak kelak. Praktek bersama rekan sejawat lain . selain klinik saya juga ingin punya sekolah PAUD , dan yang menjadi murid PAUD ini akan mendapat diskon tertentu bila melakukan cek dan berobat gigi. murid paud juga akan dapat penyuluhan dan di kontrol oleh dokter gigi di klinik itu. mimpi yang lenyap begitu saja seiring saya diboyong pindah pindah dari negri satu ke negri lain. lalu saya pun jadi gamang untuk bermimpi. Rasanya bagi saya , cukup mendampingi mimpi suami saja. Api dalam diri saya meredam, tapi dengan membaca buku ini, api itu tersulut kembali. Mata mulai berbinar. Saya punya mimpi baru. Mimpi lama tetap saya tuliskan. Tapi nanti saat kami memutuskan cukup, saatnya mendekat ke orang tua, saat itu adalah dimana orang tua kami melemah. Seperti kata bunda Septi, saat orang tua kita masih kuat, maka menjauhlah kita. Tapi saat orang tua melemah, saatnya kita mendekat merawat beliau seperti mereka merawat kita sewaktu kecil.
Mimpi saya ada di buku special yang tau hanya saya dan keluarga saya. 

2. Komunikasikan dengan keluarga tentang mimpi. Ini berkaitan dengan support. 
     Banyak penulis di buku ini yang menceritakan tentang pentingnya support keluarga. Karna keluarga yang paling mengerti kita. Kisah menarik mengenai support ini di tuliskan oleh Mutiara Hikmah, IIP Korea, seorang undergraduate students yang bersuamikan doctoral student. Penulis yang menikmati college live ini mengatakan "Enyamlah pendidikan setinggi tinggi nya atau berbisnislah"
Support suaminya dalam hal mengingatkan dengan jargon" S. O. P! S. O. P! ", bila melihat istrinya kelamaan surfing di sosial media. Mereka menerapkan kewajiban /S. O. P yaitu never ending learning and networking. Setiap akhir pekan mereka sempatkan silaturrahim dan rajin membaca biografi orang sukses. Support dari keluarganya dengan kata kata " Jika kamu ingin hidup lebih dari rata-rata, maka kamu harus kerja lebih dari rata-rata. Hayya 'alal falah. Mari mencapai hari kemenangan. Man jadda wa jadda, Barangsiapa yang bersungguh sungguh akan mendapatkan hasil.
Dari sini saya musti bersungguh sungguh belajar dr media apa pun yang saya bisa. 

3. Pastikan menyenangi bisnis yang di tekuni.
  Yap.. Sesuatu yang dilakukan sesuai passion akan terasa lebih ringan, karna dilakukan dengan berbinar binar. 

4. Mulai segera, Action
Setelah mempelajari, mempunyai mentor dan mengetahui bahwa sukses itu berpola, maka kita hanya mengikuti pola nya. Tentunya di sesuaikan dengan kondisi kita, maka ada istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) paling penting lakukan. "Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan rizqi adalah kejutan" kata kata dari ibu Septi Peni Wulandani. 

5. Taqorub pada Allah, Pray. 
Ardiba Sefrienda, IIP Solo menuliskan Rezki datangnya dari Allah. Jadi, bagaimana menjemput rezki itu? Dengan mendekatkan diri pada Allah, berdoa, beribadah kepada Allah. Mesti nya pray ini awal dari semua nya. Allah sang pengabul mimpi. 

6. Share. 
Ini bisa di artinya membagi bagi kan sample produk bisnis kita/ memberi bonus.bisa juga diartikan bila kita sudah cukup berpengalaman dalam berbisnis, maka sharing pengalaman. 
Dan ada yang menuliskan tentang Sedekah. Lina Prihatin, IIP Karawang menuliskan : Realnya, ada 3 pos yang harus dikeluarkan untuk diri sendiri / keluarga. 
Pos 1 : Sedekah minimal 10 %
Pos 2 : Menabung minimal 10% dari penghasilan
Pos 3 : Keluarga (sekitar 30%)
Pos 4 : Kebutuhan (sekitar 50%, misal tagihan, pengeluaran bulanan lainnya) 
Ini bagian dari Money Management. Musti ada Pos Giving dan Saving. 

     Rasanya hanya ini poin penting dari buku nya, dan membuat saya ingin mulai bisnis, kerja sama dengan teman di Indonesia. Sebagai investor dan nantinya akan bagi hasil. 
Sekarang saya ingin mencoba di bidang menulis dulu. Ingin punya buku tulisan saya, baik di godok secara rame rame seperti e book di group IIP LN non Asia. Nanti akan ada buku sendiri. Buah karya sendiri. Belajar terus, membaca terus.

30 Desember 2018.
Suci Rimadheni yang ingin punya nama pena Macitha hyvä